Minggu, Maret 14, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Menghitung Kekuatan Dan Menguatkan Perhitungan

Artikel Khusus - Tulisan Anda

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 

Oleh. Mansur[Sasak.Org] Nasib bagaikan anak ayam dalam genggaman kedua tangan di belakang badan kita, sehingga semua orang dihadapan kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dengan ayam itu, kecuali diri kita sendiri. Seandainya semua orang menganggap anak ayam itu akan mati maka kita bisa menyelamatkannya dengan sekedar meregangkan genggaman, tetapi sebaliknya walaupun semua orang menginginkan anak ayam itu tetap hidup pun tidak akan terjadi manakala genggaman tangan kita eratkan dalam seketika. Begitulah nasip di tangan kita, walalupun hanya takdir Tuhan yang memiliki hidup dan matinya anak ayam itu tetapi genggaman tangan kitalah yang menentukannya.

Seorang semeton mengatakan kepada saya bahwa saat ini gumi paer kita sedang giat-giatnya mencari SDM yang akan ditempatkan diposisi-posisi strartegis (baca:posisi basah) dalam pemerintahan. Setengah tidak percaya saya bilang “ah mana mungkin” setahu saya di daerah manapun trendnya adalah team sukses. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehandalan team sukses seorang calon akan sangat menentukan berhasil tidaknya seorang raja otonomi duduk di atas singgasana rakyatnya. Sehingga manakala sang jagoan berhasil merebut kursinya maka yang lebih berbahagia (baca: lebih berkuasa) adalah team suksesnya, sementara sang raja sibuk melayani permohonan team suksesnya (dan saya tidak akan mengatakan kalau sang raja telah melupakan kebutuhan rakyatnya).

Semula saya tidak tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang SDM menurut semeton kita ini, karena bagi saya seorang calon dan team suksesnya sudah pasti merupakan SDM yang handal di daerahnya  sehingga tidak diragukan lagi kalau mereka lalu memilih SDM lainya untuk mendampinginya (baca:mengamankan posisinya). Tetapi semeton tadi malah nyerocos menjelaskan ini itu sambil menyebut si ini si itu dan menunjuk di sini di situ dengan kesimpulan SDM adalah Saudara Dan Menantu.

Kali inipun saya tidak kaget, karena bagi saya semua adalah Saudara Dan termasuk Menantu. Apa yang salah ? kata saya, kalau memang Saudara Dan Menantu itu merupakan SDM yang tepat sesuai The Right Man on The Right  Job. Lagi lagi semeton niki mengatakan “The Right Man on The Right Money”. Ooo … “Tunggu dulu”, saya bilang (karena bukannya saya tidak tahu). Memang inilah jamannya demokrasi.

Di negara asalnya  demokrasi (dan otonomi) dapat diterapkan dan berkembang sesuai relnya karena masyarakatnya sudah maju dan memiliki kekuatan dalam setiap perhitungan titik kehidupan dan memiliki kemampuan untuk selalu menguatkan simpul perhitungannya. Sehingga tidak ada calon yang lemah dan team sukses dari SDM, masyarakatnya tidak memilih (baca: membeo) hanya karena SDM dan sang Rajapun tidak perlu mengutamakan SDMnya, karena semuaya adalah orang-orang kuat dalam perhitungan sosial, ekonomi dan politik sehingga tidak terbeli oleh janji, tidak tersuap oleh sesuap nasi.

Lalu siapakah yang salah ? Jelas tidak ada gunanya mencari siapa yang salah, karena yang salah adalah orang yang menyalahkan orang lain maupun dirinya, dan yang benar adalah orang yang tahu siapa yang salah walaupun itu dirinya sendiri. Yang benar saja belum tentu tepat, karena yang tepat adalah orang tahu kesalahan dirinya dan memperbaikinya sehingga dia mampu membenarkan orang lain yang salah. Dan orang itu adalah orang mampu menghitung kekuatannya dan selalu menguatkan perhitungannya.

Menghitung kekuatan akan membawa kita ketempat yang benar pada waktu yang benar. Jika demikian tidak akan terjadi seorang yang memiliki kemampuan yang seharusnya berhak dan mampu menduduki sebuah jabatan tetapi tersingkir karena waktu pilkadal jagoannya kalah. Tidak akan terjadi seorang yang memiliki kemampuan tetapi masih bingung mencari titik kehidupannya dan hanya meminta jatah kue dari orang selalu dia salahkan. Maka hitunglah kekuatan kita sehingga kita dapat berdiri diatas kaki kita sendiri dengan atau tanpa fasilitas SDM maka walaupun sekecil zarrah tempat kita sudah benar pada waktu yang benar.

Menguatkan perhitungan akan mengantar kita ketempat yang lebih baik dimasa yang akan datang. Jika demikian tidak akan terjadi seorang yang mungkin mujur karena SDMnya dapat anugerah kursi basah dan begitu terdepak langsung kepak (seperti lumpuh). Tidak akan terjadi seorang yang memiliki kemampuan terus frustrasi mengahadapi kelangkaan SDMnya untuk dijadikan pijakan sebelah kaki sementara kakinya sendiri masih lengkap. Maka dengan selalu menguatkan perhitungan kita akan mampu hidup lebih baik di masa setelah demokrasi (dan otonomi) sekalipun.

Horas Meton

Guru Sasak in Sibolga

 

Trackback(0)
Comments (4)add comment
H.MUSA SHOFIANDY: ...
Apa yg disampaikan semeton Mansyur adlh bnr, pengalaman di Birokrasi selama ini,termasuk di Gumi sasak, sulit kita temui Pemimpin yg benar2 memikirkan SDM Birokrasi, walaupun dlm ucapannya dimana-mana selalu mengatakan bhw penempatan seorang Pejabat tlh sesuai dengan tk Kompetensi yg dimilikinya, Tp relitanya HANYA UNI-UNI DOANG,Dalam menempatkan Pejabat, mrk tdk pernah berfikir BAGAIMANA DIA (Cln Pejabat) TAPI "SIAPA DIA" artinya bhw Tk Kemempuan d pengetahuan yg dimiliki seseorang sama sekali tdk diperhitungkan. Buktinya di beberapa daerah hasil Evaluasi Pejabat menunjukkan bhw kebanyakan Kepala S
1

report abuse
vote down
vote up
January 16, 2010
Votes: +0
H.MUSA SHOFIANDY: ...
Buktinya, dr hsl Evaluasi Kinerja masing2 SKPD kebanyakan dinyatakan Tdk Berhasil.. Ini artinya bhw Kepala SKPD tdk mampu melaksanakan tgs d tanggung jawabnya dg baik, dan mungkin penyebab utamanya adalah karena penempatannya yg tdk sesuai dg keahlian dan kemampuannya..Tp pemimpin yg mengangkatnya TDK MAU TAU.. Mknya.. sy sendiri sering mangatakan bhw.. NTB tdk akan maju-maju.. krn TDK PERNAH dan atau TDK MAU memperhatikan SDM aparat Birokrasi yg merpkn perencana dan pelaksanan pemerintahan dan pembangunan, padahal kt tau SDM semeton2 kita di Gumi Sasak, Tdk kalah dg yg lain, CUMAN mrk tdk pernah mau diperhatikan....Sampai Kapan ..??????? Sampai para pemimpin kita betul2 punya niat dan hati nurani yg ikhlas,jujur dan adil dalam berkata dan berbuat... SATUNYA KATA DENGAN PERBUATAN/TINDAKAN... Smg Suatu Saat itu akan kita temui..Amien
2

report abuse
vote down
vote up
January 16, 2010
Votes: +0
InsyaAllah Miq Musa. saat itu pasti akan datang. saat ini mungkin kita hanya bisa memelihara komitmen itu walaupun belum dapat ditularkan apalagi diterapkan.

3

report abuse
vote down
vote up
January 18, 2010
Votes: +0
M. Roil Bilad: ...
idak akan terjadi seorang yang memiliki kemampuan terus frustrasi mengahadapi kelangkaan SDMnya untuk dijadikan pijakan sebelah kaki sementara kakinya sendiri masih lengkap. Maka dengan selalu menguatkan perhitungan kita akan mampu hidup lebih baik di masa setelah demokrasi (dan otonomi) sekalipun


saya suka penutupnya--- smilies/grin.gif
4

report abuse
vote down
vote up
January 18, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 33 Tamu online

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Mosot

Mosot Istilah mosot diberikan kepada mereka yang tidak menikah padahal telah sangat cukup umur, baik sebagai pilihan atau untuk alasan lain. Lihat juga :  mosot pada kolom hjunep, mosot pada KBS.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan