Kamis, September 09, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANIK DI PULAU LOMBOK

Universitas KS - Pertanian

MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANIK DI PULAU LOMBOK

(Proyek KS)

Oleh: M Roil Bilad

 

Salah satu dari sub proyek KS untuk pertanian terpadu adalah pertanian padi organik. Ketika laporan kegiatan tersebut ditulis, padi yang di uji tanamkan pada areal 30 are belum di panen sehingga produktifitas yang diperoleh belum bisa di laporkan. Berdasarkan laporan yang di dapatkan dari pemilik lahan tempat dilaksanakan uji coba tersebut, lahan 30 are tersebut menghasilkan panen padi sebanyak 1,9 ton, dengan kata lain produktifitas lahan mencapai 6.5 ton per hektar. Hasil yang diperoleh ini lebih tinggi dari rata-rata produktifitas lahan pada musim tanam pertama menggunakan sistem pertanian in-organik yaitu 4-5 ton per hektar.

Keberhasilan pertanian organik murni ini pada dasarnya memberikan cakrawala baru dan titik terang sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan petani. Pertanian organik-murni ini merupakan solusi atas serentetan permasalahan pertanian padi terutama di pulau lombok seperti; tingginya harga pupuk, kelangkaan pupuk, tingginya harga pestisida dan rendahnya  harga gabah atau beras. Dengan melakukan pengomposan limbah organik rumah tangga maka kebutuhan pupuk pertanian dapat dipenuhi sekaligus memperbaiki sanitasi lingkungan. Selain itu biaya pembelian pupuk juga bisa diminimalisir digantikan dengan kompos limbah rumah tangga yang dibuat sendiri. Kebutuhan pupuk organik untuk pertanian organik murni ini relatif jauh lebih tinggi dari pupuk kimia biasa, mencapai 3-4 ton pupuk per hektar. Namun demikian potensi bahan organik yang tersedia sangat melimpah. Selama masa istirahat tanah (tidak ada penanaman) limbah organik dikomposkan dan dikumpulkan dan baru digunakan pada masa penanaman.

Yang paling menjanjikan dari pertanian organik adalah besarnya margin harga. Jika menggunakan komoditi beras sebagai pembanding, harga beras biasa di indonesia hanya berkisar empat sampai lima ribu rupiah per kilo gram. Sedangkan harga beras organik di pasar singapura saja mencapai empat puluh sampai lima puluh ribu rupiah per kiogram. Dengan demikian margin harganya sampai sepuluh kali lipat. Sebagai ilustrasi untuk memberi bayangan kuantitatif, jika petani mampu meproduksi 1 ton beras organik hanya dari 10 are lahan yang dimilikinya (dua kali masa tanam), jika menggunakan pertanian konvensional maka akan diperoleh pemasukan kotor sebesar 4,5 juta rupiah, sedangkan jika merupakan beras organik dan diekspor maka harganya menjadi 45 juta rupiah. Atau mudahnya untuk satu hektar lahan bisa memberikanpemasukan kotor mencapai 450 juta rupiah. Dengan berbagai potensi benefit dan profit tersebut maka dimasa yang akan datang pertanian organik ini merupakan pilihan yang sangat tepat.

 

Strategi menuju pertanian organik di lombok

Penulis meyakini bahwa apa yang telah dicapai melalui proyek percontohan ini merupakan sebuah pijakan strategis bagi masa depan petani khususnya di lombok. Namun demikian tantangan terbesar justru adalah bagaimana kita bisa mentransfer ilmu dan selanjutnya disebar luaskan dan menjadi standard/tata cara pertanian secara luas. Beberapa langkah strategis berikut mungkin bisa dijadikan alternatif, baik sebagai masukan untuk pemerintah, maupun dilaksanakan oleh komunitas sasak sendiri.

1.      Meningkatkan jumlah titik percontohan beserta pendampingan petani

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi terutama dalam memperkenalkan teknologi kepada masyarakat dengan pendidikan rendah adalah sulitnya merubah paradigma dan keyakinan kokohnya pada tratisi teknologi (tradisional) yang sudah dijalankan dan dipahaminya bertahun-tahun. Terlebih lagi akibat banyaknya salah terima informasi yang selama ini dari sumber-sumber yang kredibilitasnya rendah. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menghempaskan ke kolotan dan kejumudan tersebut adalah melalui bukti-bukti nyata. Ini tidak bisa dibuktikan hanya sekali namun berulang-ulang. Apalagi didorong juga oleh pemicu efisiensi dan efektifitas yang meningkat nyata dari pertanian organik kontra pertanian konvensional.

2.      Membangun kelompok pengembangan petani organik dan koperasi petani organik

Strategi efektif untuk pemasyarakatan sistempertanian organik adalah melalui pembentukan  kelompok petani organik yang diorganisasi dalam bentuk koperasi. Untuk sementara market organik bisa membidik pasar lokal seperti; rumah sakit, rumah makan, maupun hotel. Jika produksi sudah besar dan memenuhi kuota, maka beras organik bisa di eksport ke pasar luar negeri sehingga memberikan margin yang sangat signifikan.

 

Rahayu bangse sasak!!!!!

Artikel terkait:

Laporan Kegiatan KS untuk SPT

Pertanian organik SRI 1 dan bagian 2

 

Comments  

 
0 # ardianto 2010-07-28 12:14
Pertanian organik perlu u/ dikembangkan mengingat kesadaran masyarakat dunia u/ hidup sehat semakin meningkat, smua pihak harus ikut serta dlm hal ini, baik pemerintah maupun swasta,lsm maupun perorangan,krn hal tsb kami terpanggil u/ ikut berperan aktif.Kami memproduksi pupuk organik (granul, cair)dg merk PUNAS yg telah ber SNI& ISOserta telah digunakan oleh banyak pihak dg hasil memuaskan,kami sangat terbuka u/dpt mengembangkan pertanian organik di daerah lombok,kami akan mensuport kegiatan tsb, pupuk kami dpt di uji cobakan. Demikian tawaran kerjasama dr kami, semoga bermafaat & dptmenjalin kerjasama yg baik. Terimakasih
ardi (.id) 081391202608,08157950060
Reply | Reply with quote | Quote
 

Add comment


Security code
Refresh


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 118 Tamu online

Login Form

Kosakata Hari Ini

Sasak Lebung

Sasak Lebung adalah ungkapan yang diberikan kepada individu sasak yang fanatik dan rapuh disaat yang sama, sehingga mudah dieksploitasi untuk kepentingan tertentu. Lihat juga : sasak lebung pada kolom hjunep
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

ShoutMix chat widget

Komentar Terbaru