Ditulis oleh M. Roil Bilad Sabtu, 04 April 2009 18:03
MENUJU SWASEMBADA BERAS ORGANIK DI PULAU LOMBOK
(Proyek KS)
Oleh: M Roil Bilad
Salah satu dari sub proyek KS untuk pertanian terpadu adalah pertanian padi organik. Ketika laporan kegiatan tersebut ditulis, padi yang di uji tanamkan pada areal 30 are belum di panen sehingga produktifitas yang diperoleh belum bisa di laporkan. Berdasarkan laporan yang di dapatkan dari pemilik lahan tempat dilaksanakan uji coba tersebut, lahan 30 are tersebut menghasilkan panen padi sebanyak 1,9 ton, dengan kata lain produktifitas lahan mencapai 6.5 ton per hektar. Hasil yang diperoleh ini lebih tinggi dari rata-rata produktifitas lahan pada musim tanam pertama menggunakan sistem pertanian in-organik yaitu 4-5 ton per hektar.
Keberhasilan pertanian organik murni ini pada dasarnya memberikan cakrawala baru dan titik terang sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan petani. Pertanian organik-murni ini merupakan solusi atas serentetan permasalahan pertanian padi terutama di pulau lombok seperti; tingginya harga pupuk, kelangkaan pupuk, tingginya harga pestisida dan rendahnya harga gabah atau beras. Dengan melakukan pengomposan limbah organik rumah tangga maka kebutuhan pupuk pertanian dapat dipenuhi sekaligus memperbaiki sanitasi lingkungan. Selain itu biaya pembelian pupuk juga bisa diminimalisir digantikan dengan kompos limbah rumah tangga yang dibuat sendiri. Kebutuhan pupuk organik untuk pertanian organik murni ini relatif jauh lebih tinggi dari pupuk kimia biasa, mencapai 3-4 ton pupuk per hektar. Namun demikian potensi bahan organik yang tersedia sangat melimpah. Selama masa istirahat tanah (tidak ada penanaman) limbah organik dikomposkan dan dikumpulkan dan baru digunakan pada masa penanaman.
Yang paling menjanjikan dari pertanian organik adalah besarnya margin harga. Jika menggunakan komoditi beras sebagai pembanding, harga beras biasa di indonesia hanya berkisar empat sampai lima ribu rupiah per kilo gram. Sedangkan harga beras organik di pasar singapura saja mencapai empat puluh sampai lima puluh ribu rupiah per kiogram. Dengan demikian margin harganya sampai sepuluh kali lipat. Sebagai ilustrasi untuk memberi bayangan kuantitatif, jika petani mampu meproduksi 1 ton beras organik hanya dari 10 are lahan yang dimilikinya (dua kali masa tanam), jika menggunakan pertanian konvensional maka akan diperoleh pemasukan kotor sebesar 4,5 juta rupiah, sedangkan jika merupakan beras organik dan diekspor maka harganya menjadi 45 juta rupiah. Atau mudahnya untuk satu hektar lahan bisa memberikanpemasukan kotor mencapai 450 juta rupiah. Dengan berbagai potensi benefit dan profit tersebut maka dimasa yang akan datang pertanian organik ini merupakan pilihan yang sangat tepat.
Strategi menuju pertanian organik di lombok
Penulis meyakini bahwa apa yang telah dicapai melalui proyek percontohan ini merupakan sebuah pijakan strategis bagi masa depan petani khususnya di lombok. Namun demikian tantangan terbesar justru adalah bagaimana kita bisa mentransfer ilmu dan selanjutnya disebar luaskan dan menjadi standard/tata cara pertanian secara luas. Beberapa langkah strategis berikut mungkin bisa dijadikan alternatif, baik sebagai masukan untuk pemerintah, maupun dilaksanakan oleh komunitas sasak sendiri.
1. Meningkatkan jumlah titik percontohan beserta pendampingan petani
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi terutama dalam memperkenalkan teknologi kepada masyarakat dengan pendidikan rendah adalah sulitnya merubah paradigma dan keyakinan kokohnya pada tratisi teknologi (tradisional) yang sudah dijalankan dan dipahaminya bertahun-tahun. Terlebih lagi akibat banyaknya salah terima informasi yang selama ini dari sumber-sumber yang kredibilitasnya rendah. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menghempaskan ke kolotan dan kejumudan tersebut adalah melalui bukti-bukti nyata. Ini tidak bisa dibuktikan hanya sekali namun berulang-ulang. Apalagi didorong juga oleh pemicu efisiensi dan efektifitas yang meningkat nyata dari pertanian organik kontra pertanian konvensional.
2. Membangun kelompok pengembangan petani organik dan koperasi petani organik
Strategi efektif untuk pemasyarakatan sistempertanian organik adalah melalui pembentukan kelompok petani organik yang diorganisasi dalam bentuk koperasi. Untuk sementara market organik bisa membidik pasar lokal seperti; rumah sakit, rumah makan, maupun hotel. Jika produksi sudah besar dan memenuhi kuota, maka beras organik bisa di eksport ke pasar luar negeri sehingga memberikan margin yang sangat signifikan.
Rahayu bangse sasak!!!!!
Artikel terkait:
Pertanian organik SRI 1 dan bagian 2

Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org
Tautan ke Situs Lain
Pengunjung
Login Form
Kosakata Hari Ini
Sasak Lebung
Multimedia Sasak
Shout Box
Komentar Terbaru
Tutorial Pembuatan Biogas Skal...
Pakai gas washer dengan menggunakan NaOH untuk mengikat karbon diaoksida yang terbentuk, sehingga ti...
By HendriW
Calon Bupati Lombok Tengah (2)...
gimana nih tim sukses salam, katanya 1 putran nyanya 2 ptran. kayaknya tim sukses salam udah kellaha...
By jagoan
NTB, Jembatan Ekonomi Indonesi...
Mudaha-mudahan selapuk ne jari bagus, tp hal mendasar yang harus kita benahi bersama untuk menyikapi...
By Eb
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
seharusnya si wisatawan tu ngerti kalo saat ini bulan ramadhan, kalo memeng seperti itu perlakuannya...
By Narain Topandas
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
Semethon-semethon leq Lentek, daweg, rau'n bae gawah-gawah lauq siku adin sere sempurne gering. Upay...
By Arya
Sabotase Listrik saat Warga Ta...
umat Islam yang lain kok gak ada respon, orang macam ini nih yang seharusnya diganyang.
By Nietha
Maulid Adat di Desa Sesait, Ke...
Maaf mas dan mba yang berasal dari desa sesait, minta pertolongan yg ikhlas dari anda semua. saya se...
By arie mahendra
BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA DI ...
replied for #MRB Saya sedang menjalani project mengenai tembakau d kota Lombok, kalau boleh saya min...
By Ryan AP
Kekeringan, Warga Lombok Krisi...
sukuri yg sudah diberi, tidak mustahil pulau lombok akan kering bila tidak kita jaga
By hari
Pemkab Lotim Ajukan Harga Dasa...
Kami mohon kepada Pemerintah jangan siksa kami (petani tembakau) kami capek begini terus. Minyak ind...
By Ahmad Afandi


Comments
ardi (ardianto_11
RSS feed for comments to this post.