Senin, Maret 15, 2010
   
Text Size

Pencarian Artikel

Konversi BBMT ke batubara dan Deskripsi mengenai Tungku Gasifikasi yang Umum dan Telah Diperkenalkan Kepada Petani Tembakau

Pendahuluan: Konversi bahan bakar merupakan suatu kebutuhan

Setelah pada tahun 2009 pemerintah pusat menunda pencabutan subsidi bahan bakar minyak tanah (BBMT) kepada petani tembakau, tahun 2010 sudah dipastikan tidak akan ada lagi subsidi yang diberikan. Dengan demikian petani tembakau tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan BBMT non-subsidi tanpa merubah system pengovenan, atau melakukan konversi menggunakan bahan bakar lainnya. Analisa mengenai perbandingan keekonomian berbagai bahan bakar alternatif untuk pengovenan tembakau dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1: Analisa perbandingan biaya kebutuhan dan harga bahan bakar menggunakan berbagai alternatif jenis tungku dan bahan bakar untuk pengovenan tembakau.


Catatan: Basis perhitungan untuk pengopenan tembakau sebanyak 3,5 ton dalam jangka waktu 5 hari dengan estimasi rendemen 12 %.

Berdasarkan Tabel 1, penggunaan batubara dan tungku gasifikasi menurut pertimbangan keekonomian merupakan alternatif yang paling ekonomis. Meskipun untuk melakukan konversi sejumlah investasi awal yang relatif besar diperlukan. Diantaranya adalah untuk pembuatan jaringan penukar panas dibagian bawah oven karena pemanasan menggunakan batu bara tidak bisa dilakukan secara langsung. Pembelian tungku gasifikasi yang harganya relatif mahal 6-8 juta rupiah dengan umur ekonomis hanya sampai 3 tahun.

Mengingat jumlah oven tembakau di lombok yang mencapai lebih dari 15 ribu unit, maka potensi bisnis dibalik proses konversi bahan bakar dari BBMT menjadi batubara ini sangat besar. Berbagai perusahaan baik yang dibidani oleh masyarakat lokal maupun dari luar lombok berlomba-lomba mengembangkan teknologi gasifikasi batubara tersebut. Berbagai gasifier yang mulai ditawarkan kepada petani tembakau yang berhasil dihimpun oleh penulis sebagai berikut:

Berbagai tungku gasifikasi yang diperkenalkan kepada petani tembakau

1. Tungku Rotani

Tungku gasifikasi dengan sistem semi up-draft telah diuji dan dikembangkan oleh para alumnus teknik mesin Universitas Mataram. Sekelompok mahasiswa ini bernaung dibawah badan usaha CV Roda Tani (Rotani) yag berlokasi di babakan, Mataram. Tungku gasifikasi ini dikembngkan berdasarkan skripsi dari Nazar Susan dan Irawan Aprianto bekerjasama dengan bengkel rotani babakan yang selanjutnya kini mengkomersialisasikan hasil penelitia mereka.

Gambar 1: Model desain dan prinsip kerja tungku gasifikasi rotani

Tungku gasifier ini menurut klaim mereka menganut sistem gasifikasi murni dimana kandungan unsur bahan bakar yang terkandung dalam batub ara diubah menjadi gas sintetik, gas sintetik inilah yang kemudian dialirkan dan dibakar di ujung burner dengan udara tambahan agar pembakaran yang terjadi lebih sempurna, effisien, mudah dikendalikan dan ramah lingkungan. Menurut Irawan Aprianto, untuk membandingkan tungku batubara yang menggunakan system gasifikasi murni atau bukan dapat dilihat dari asap yang timbul pada proses pemanasan awal sebelum proses berjalan sempurna, jika menggunakan gasifikasi murni maka asap yang timbul akan berwarna putih kekuning-kuningan warna kuning muncul dari kandungan gas sintetik yang dibangkitkan di dalam reactor, sedangkan jika sebuah tungku pada pemanasan awal menghasilkan asap hitam maka dapat dipastikan proses yang dianut bukan gasifikasi melainkan pembakaran langsung, petani penting untuk mengetahui hal ini agar tidak terkecoh dengan klaim produsen.

Setelah melalui penelitian, percobaan, dan penyempurnaan selama 2 tahun, alat ini sudah diproduksi dan dipasarkan secara terbatas pada musim tanam 2009 sejumlah belasan unit ntuk menguji performa dan mengevaluasi kekurangan alat tersebut. Uji coba dilakukan di beberapa titik di Lombok tengah, Lombok timur dan Lombok barat dengan hasil yang melebihi harapan. Menurut klaim mereka, petani yang menggunakan sudah merasa puas dengan hasil yang dicapai dan beranggapan tungku ini layak digunakan utk menggantikan tungku minyak tanah maupun tungku lain yang sudah ada. Dari sosialisasi yang hampir satu tahun ini dilakukan Petani yang sudah melihat alat ini merasa optimis dengan performa yang ditunjukan namun mereka meminta jaminan ketersediaan batu bara, “apalah gunanya tungku alternative yang performanya bagus seperti ini jika bahan bakarnya tidak tersedia”, ujar kelompok tani di sukeraje lotim.

oleh karena itu alat mulai tahun 2010 sudah diproduksi secara massal dengan beberapa perbaikan dari versi sebelumnya (tahun 2009) yaitu dengan material yang lebih berkualitas, lebih tahan panas dan korosi. Produk ini dijual ke petani tembakau seharga 7-8 juta dengan garansi produk 2 tahun, suhu oven dapat diatur antara 30°C hingga 120°C, tersedia dalam dua tipe tungku ,tipe CS 491 untuk oven dg kapasitas standar (maks 3,5 ton) dan tipe CS 818 kapasitas besar hingga 5 ton. Alat knock down hingga mudah dirawat, perbaikan tidak membutuhkan waktu yang lama. Rupanya, tungka gasifikasi ini juga telah menarik minat petani tembakau di luar lombok. Kelompok tani tembakau dari Lampung telah menunjukan minat besar untuk dapat mengaplikasikan tungku ini di daerahnya, mereka merasa terkesan warga Lombok dapat menciptakan alat seperti ini. Gas sintetik yang dihasilkan terdiri dari sebagian besar gas Hidrogen (H2), carbon monoksida (CO) dan sebagian kecil methan (CH4).


Gubernur NTB TGH Zainul Majdi telah menunjukan ketertarikannya pada alat ini saat pameran di disnakertrans NTB tgl 25 Nov 2009 dengan menanyakan kesanggupan pada pihak rotani tentang jumlah produksi tungku yang dapat dilakukan dalam satu bulan, dimana pihak rotani menyanggupi produksi 1000 unit perbulan. Pembukaan pemesanan selama 2 minggu Sudah ada pesanan dari petani sebanyak 200 unit yang dituangkan dalam surat pesanan yang disertai fotocopy KTP dan KK

2. Tembara (Tungku batubara)

Selain tungku rotani, saat ini telah diperkenalkan pula kepada masyarakat tungku yang diberi merk Tembara (tungku batubara). Tungku ini dikembangkan oleh Bapak Sudarmadji, dosen teknik pertanian Unram yang telah mengembangkan tungku gasifikasi ini sejak beberapa tahun yang laluTungku gasifikasi ini, menurut klaim mereka menggunakan sistem pembakaran primer dan sekunder tanpa asap dan jelaga. Tungku ini juga dilengkapi dengan alat pengukur daya aktif atau pengatur suhu sehingga suhu pemanasan bisa diatur sesuai kebutuhan. Kompor gasifikasi ini akan diproduksi secara massal oleh PT Gerbang NTB Emas (GE) dan akan dijual dengan harga Rp6 juta perunit dengan masa pemakaian kompor bisa mencapai tiga tahun lebih.


Pameran teknologi tepat guna di distamben NTB, ahad 15 Nov 2009

3. Tungku multi kombinasi (LPG dan briket batubara)

Selain menawarkan tungku gasifikasi saja, CV Megah Abadi Utama menawarkan bahan bakar hibrid, LPG-batu bara.. Teknik ini sudah cukup populer diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif yang menjanjikan. Kombinasi dua bahan bakar ini meningkatkan fleksibilitas petani untuk memilih bahan bakar sesuai dengan penawaran harga dan ketersediaannya. CV Megah Abadi Utama, telah go online melalui website: http://kptvirginia.com.

4. Berbagai Gasifier yang lain

Selain kedua tungku gasifkasi batubara diatas (rotani dan tembara) masih banyak lagi produk gasifier yang sudah ditawarkan kepada petani. Namun sampai artikel ini ditulis, penulis belum mendapatkan informasi yang meadai.

5. Tungku konvensional

Jauh sebelum kompor gasifikasi batu bara diperkanalkan, beberapa kelompok masyarakat juga sudah melakukan percobaan penggunaan bahan bakar batubara. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tungku batubara konvensional. Namun demikian, effesiensi pembakaran dari sistem konvensional ini kurang optimal karena masih menggunakan sistim tarikan alam (natural dfart). Pada sistem ini tidak digunakan blower/pompa untuk meniupkan udara ke tungku pembakaran. Hal ini menyebabkan, untuk laju pembakaran yang tinggi, akan terjadi kekurangan oksigen dan pembakaran tidak sempurna. Ini mengakibatkan kebutuhan bahan bakar meningkat. Namun demikian untuk teknologi ini, tidak diperlukan listrik ataupun blower/pompa udara. Selain itu konstruksinya relatif mudah dan murah.

Bersambung ke Bagian 3: Dampak penggunaan batubara sebagai bahan bakan pengovenan tembakau dan alternatif teknologi ramah lingkungan yang bisa menggantikannya.

Trackback(0)
Comments (2)add comment
M. Roil Bilad: ...
Alhamdulillah, beberapa developer teknologi gasifikasi sedah memberikan informasi tambahan mengenai tungku gasifikasi. insyaalloh akan segera saya masukkan ke dalam artikel di atas.
1

report abuse
vote down
vote up
January 20, 2010
Votes: +0
siswa smunda: ...
selamat atas kreatifitas alumni smu 2 mataram, irawan aprianto atas penemuannya, hidup smunda~!!!
2

report abuse
vote down
vote up
January 27, 2010
Votes: +0

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

security image
Write the displayed characters


busy


Akses Sasak.Org Melalui Perangkat Seluler Anda www.m.sasak.org

Ucapan Terimakasih

Unitiga Rekayasa System

Pengunjung

Kami memiliki 79 Tamu dan 1 Anggota online
  • muzammi

Revolver Map

Login Form

Kosakata Hari Ini

Mosot

Mosot Istilah mosot diberikan kepada mereka yang tidak menikah padahal telah sangat cukup umur, baik sebagai pilihan atau untuk alasan lain. Lihat juga :  mosot pada kolom hjunep, mosot pada KBS.
 

Multimedia Sasak

This text will be replaced

Shout Box

AISC-Taiwan

Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan